Peternakan

Peternakan merupakan salah satu sektor yang juga sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Sukabumi. Dukungan wilayah daratan yang cukup luas sangat cocok untuk pengembangan ternak, utamanya ternak unggas dan ruminansia. Ternak unggas dan ruminansia sapi perah tersebar di wilayah Utara Kabupaten Sukabumi, sedangkan sapi potong dan kerbau tersebar di Selatan Kabupaten Sukabumi. Populasi ternak sebagian besar mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penurunan populasi ternak terjadi pada sapi potong, sapi perah, kerbau, domba dan ayam breeder. Khusus untuk populasi sapi potong, sapi perah dan kerbau mengalami penurunan dikarenakan pada tahun 2013 harga daging tinggi sehingga terjadi pemotongan yang tidak terkendali dan terhambatnya pasokan impor sapi potong.  Perkembangan populasi ternak dari tahun 2011-2013 dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut :

Data Perkembangan Populasi Ternak Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2014

No. Ternak 2011 2012 2013 2014
1 Sapi Potong 18.772 20.074 16.673 *) 16.849
2 Sapi Perah 5.859 6.636 3.705 *) 3.724
3 Kerbau 11.587 12.014 9.086*) 9.177
4 Kambing 62.751 82.335 83.158 83.990
5 Domba 459.381 468.569 340.344 343.747
6 Kuda 114 204 208 209
7 Kelinci 7.706 11.400 11.514 11.629
8 Ayam Buras 1.508.330 1.184.469 1.196.314 1.220.240
9 Ayam Petelur 2.133.800 2.373.118 2.317.290 2.340.463
10 Ayam Pedaging 7.541.090 8.247.290 8.660.777 8.848.000
11 Ayam Breeder 2.211.500 2.378.118 2.373.118 2.551.500
12 Itik & Manila 105.832 107.400 185.352 186.782

Sumber : *) Hasil Sensus Pertanian 2014 (Sta-2013) Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi

 

Kawasan Agribisnis Berbasis Peternakan

Khusus subsektor peternakan yang selama ini kurang mendapat perhatian karena pemerintah lebih fokus pada usaha peningkatan beras, mulai menggigit perekonomian nasional. Populasi ternak utama seperti sapi, kerbau dan kambing mengalami pengurasan yang terus meningkat setiap tahun. Pengurasan berkelanjutan ini mulai mengancam keberlanjutan produksi hasil ternak dalam negeri, sehingga jumlah impor terus meningkat.

Statistik Peternakan memperlihatkan bahwa 65 persen produksi daging dalam negeri berasal dari impor. Hal ini diperlihatkan oleh peningkatan impor ayam broiler dan jumlah sapi bakalan yang akan digemukan dalam negeri yang telah mencapai angka fantastis yakni 450 ribu ekor. Dengan ketergantungan kepada ternak impor serta impor bahan baku pakan, sebenarnya Indonesia hanya mendapat nilai tambah dari tenaga kerja.

Ancaman Dibalik Pertumbuhan PDB Subsektor Peternakan Pertumbuhan PDB subsektor peternakan selama 15 tahun terakhir sangat dipengaruhi oleh perekonomian dunia.

Dalam kaitan itu khusus untuk subsektor peternakan dan salah satu suatu langkah dalam mewujudkan swasembada daging sapi dan kerbau di Kabupaten Sukabumi sudah memiliki rencana pengembangan kawasan agribisnis berbasis peternakan.

Pengembangan kawasan agribisnis berbasis peternakan di Kabupaten Sukabumi telah di tetapkan menjadi tiga zona yakni Zona inti, zona penyangga dan zona pendukung.   Zona inti adalah Kecamatan Purabaya, Zona penyangga ; Kecamatan Nyalindung, Pabuaran, Sagaranten, tegalbuleud, Cidolog, Cibitung, Surade dan Ciracap.  Adapun zona pendukung ditetapkan Curugkembar, Jampangtengah, Cikembar, Gegerbitung dan Ciemas.

Fokus akselerasi Program Swasembada daging Sapi dan Kerbau dengan akselerasi penambahan populasi pada lokasi  Kagrisnak melalui pola swadaya difokuskan di Desa Pagelaran Kecamatan Purabaya sebagai kecamatan inti.  Kecamatan Purabaya dipilih selain memiliki potensi hijauan dengan status lahan HGU yang saat ini statusnya kurang bermanfaat, juga ikarenakan budaya masyarakat untuk beternak sapi potong cukup baik. 

Fokus pembangunan peternakan pada zona inti adalah :

  1. Sebagai sentra pembibitan ternak sapi potong dan kerbau dengan Kualitas unggul
  2. Sebagai sentra pembesaran dan penggemukan ternak melalui pola kemitraan antara investor dan peternak dengan bakalan menjaring hasil IB dari masyarakat
  3. Sebagai pusat pelatihan bagi para peternak di wilayah lain khususnya untuk ternak sapi potong dan kerbau

Zona penyangga terdiri dari ; Kecamatan Pabuaran, Sagaranten, Tegalbuleud, Cidolog, Cibitung, Surade dan Ciracap. Zona penyangga diarahkan untuk menjadi kecamatan yang mendukung keberadaan zona inti. Pada pembagian zona harus pula diiringi dengan pembagian tugas, berdasarkan perencanaan awal pembagian peran tersebut direncanakan sebagai berikut :

Wilayah Fokus
Pabuaran Sentra Budidaya Kerbau
Sagaranten Pembibitan
Tegalbuleud Pembibitan sapi lokal dan kerbau
Cidolog Pembibitan
Cibitung Pembibitan

Adapun zona pendukung ditetapkan Curugkembar, Jampangtengah, Cikembar, Gegerbitung dan Ciemas. (diusulkan Cibadak, Cicurug dan Parungkuda).

Wilayah Fokus
Curugkembar Pemasaran
Jampangtengah Penyedia pakan hijauan
Cikembar Penyedia Pakan Hijauan Dan Direncanakan Sebagai Calon Lokasi Pabrik Pakan Ternak/Konsentrat
Gegerbitung Penyedia pakan hijauan
Ciemas Penyedia Pakan Konsentrat (Ubi Kayu)
Cibadak Pemasaran (RPH)
Parungkuda Pemasaran dan RPH
Cicurug Feed Plot and Marketing centre