Pertanian

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memberikan potensi cukup besar terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Sukabumi. Potensi pertanian di Kabupaten Sukabumi sebagian besar pada komoditas tanaman pangan yang meliputi: Padi , Jagung , Kedelai  dan Ubi  kayu. 

Produksi padi (sawah dan gogo) tahun 2014 sebanyak 932.770 ton dibandingkan tahun 2013 produksinya mengalami peningkatan sebesar 2,67%. Peningkatan ini diakibatkan adanya  peningkatan luas panen karena tingginya penanaman pada musim tanam tahun 2013/2014. Hampir seluruh wilayah menghasilkan produksi padi khususnya padi sawah. Produksi padi sawah terbesar terdapat di wilayah selatan meliputi Kecamatan Surade, Ciracap dan Ciemas. Sementara untuk padi gogo produksinya hanya terdapat di 36 kecamatan. Produksi padi gogo terbesar terdapat di Kecamatan Tegalbuleud, Ciemas dan Waluran.

Komoditas pertanian lainnya yang juga memberikan peningkatan terhadap produksi adalah tanaman kedelai. Pada tahun 2013 produksinya sebanyak 10.820 ton meningkat pada tahun 2014 menjadi 18.127 ton biji kering. Peningkatan ini disebabkan meningkatnya luas tanam akibat adanya Program dan kegiatan Perluasan Areal tanam melalui bantuan bantuan benih unggul dan sarana produksi lainnya dari pemerintah pusat pada hampir 95% dari luas tanamnya. Sentra produksi kedelai tersebar pada beberapa kecamatan diantaranya; Tegalbuleud, Surade, Jampangtengah, Cibitung, Ciracap  dan Ciemas.

Sementara itu komoditas pertanian lainnya sedikit mengalami penurunan produksi seperti jagung pada tahun 2013 produksinya sebanyak 45.653 ton menurun produksinya di tahun 2014 menjadi sebanyak 34.993 ton. Penurunan ini diakibatkan menurunnya luas panen pipilan kering. Komoditas ubi kayu pada tahun 2014 produksinya mencapai 165.520 ton, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 sebanyak 30.387  ton.  Produksi tanaman pangan tahun 2010-2014. 

Pada komoditas tanaman palawija, produksi unggulan Kabupaten Sukabumi adalah tanaman palawija ubi kayu yang mencapai produksi sebesar 165.520 ton dengan produktivitas mencapai 20,89 ton/ha.

Produktivitas Tanaman Palawija Kabupaten Sukabumi Tahun 2014

Komoditas Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Produksi Produktivitas (Ton/Ha)
Jagung 9.278 5.679 34.993 6,16
Ubi Kayu 7.967 7.923 165.520 20,89
Ubi Jalar 1.119 1.172 18.093 15,44
Kacang Tanah 6.117 5.980 9.478 1,58
Kacang Hijau 1.138 1.147 1.725 1,50
Kacang Kedelai 14.828 11.124 18.127 1,63

Sedangkan pada komoditas sayuran, produksi tertinggi komoditas sayuran adalah tomat dengan produksi paling tinggi yakni sebanyak 275.590 kuintal pada tahun 2014.

Tingginya produksi tomat juga diiringi oleh tingginya produksi ketimun (264.546 kuintal) dan petsai/sawi (242.029 kuintal).

Komoditas pertanian lainnya yang juga merupakan unggulan Kabupaten Sukabumi adalah komoditas hortikultura seperti : Bunga, Daun  potong, Sayuran, Buah-buahan dan biofarmaka. 

Sentra produksi bunga dan daun potong tersebar di Kecamatan Sukaraja, Sukabumi dan Cidahu. Produksi pada tahun 2014 sebanyak 63.895.785 tangkai. Komoditi utama tanaman hias didominasi oleh bunga potong Krisan. 

Kawasan produksi tanaman sayuran tersebar di Kecamatan Sukalarang, Sukaraja, Sukabumi, Kadudampit, Caringin dan Cidahu. Tanaman sayuran yang menjadi potensi baru saat ini adalah tanaman bawang merah. Sentra bawang merah tersebar di Kecamatan Ciracap dan Kalibunder, produksi bawang merah tahun 2014 sebanyak sebanyak 6.422 Kuintal.

Tanaman buah-buahan yang menjadi potensi di Kabupaten Sukabumi diantaranya Rambutan, Pepaya, Mangga, Pisang  dan Manggis. 

Komoditas buah-buahan yang saat ini memiliki potensi ekonomi cukup besar di Kabupaten Sukabumi yakni manggis dan pisang. Produksi Manggis tahun 2014 sebanyak 831,8 Ton sedangkan Produksi pisang mencapai 201.946,8 Ton. Sedangkan untuk tanaman biofarmaka yang dominan dikembangkan di Kabupaten Sukabumi yaitu temulawak dengan produksi mencapai 674.047 Kg pada tahun 2014.

 

Kawasan Budidaya Bunga dan Daun Potong

Salah satu kawasan strategis cepat tumbuh adalah wilayah Sukabumi dan Sukaraja yang peruntukkannya untuk agrowisata dan pertanian.  Salah satu komoditi pertanian yang juga dapat dijadikan sebagai obyek agrowisata adalah budidaya bunga dan daun potong.  

Penetapan komoditi ini juga seiring dengan kebiasaan masyarakat Kecamatan Sukabumi dan sekitarnya dalam kegiatan usaha taninya.  Salah satu target yang ingin diwujudkan dalam Kabuddapo adalah mewujudkan kampung flori.

Agribisnis florikultura nasional mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sejalan dengan meluasnya segmen pasar sebagai akibat dari perkembangan selera konsumen, serta peningkatan apresiasi masyarakat  pada penggunaan produk tanaman hias. Produksi tanaman hias nasional beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan.

Komoditas florikultura, di antaranya adalah tanaman gadiol (Gladiolus hybridus). Bunga potong tanaman ini mempunyai nilai estetika, nilai ekonomi yang cukup tinggi, populer dan menempati posisi kedelapan dalam perdagangan bunga potong dunia.

Di Indonesia, harga bunga potong ini relatif tinggi, misalnya di pasar bunga Bandung Rp. 2.500,-/tangkai, di Bogor Rp. 5.000,-/tangkai, dan di Pasar Rawa Belong Jakarta Rp. 25.000,-/ikat (10 tangkai), itupun tidak selalu tersedia setiap hari karena pasokannya kurang. Keragaman bunga gladiol yang dibudidayakan petani dan berada di pasar-pasar tadi masih terbatas pada verietas-varietas intruduksi yang sudah usang.

Khusus Kawasan bunga dan daun potong  kecamatan yang teridentifikasi ada tujuh  kecamatan yaitu: Kecamatan Sukabumi, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Cidahu, Kecamatan Cicurug, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Cibadak, Kecamatan Kadudampit.